Pada jaman dahulu, disebuah hutan hiduplah berbagai jenis binatang
yang tinggal secara individu maupun berkelompok. Masing-masing dari binatang
yang ada di hutan tersebut memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda,
dengan adanya hal tersebut membuat kehidupan di hutan berlangsung berimbang
dari segi rantai makanan karena saling mengisi satu sama lain.
Binatang yang terkenal sebagai penguasa rimba ialah Singa yang
sangat buas dan garang, yang membuat seluruh penghuni hutan sama sekali tidak
ada yang berani padanya, janganlakan melawan, ketika bertemupun pasti langsung
lari ketakutan. Pernah suatu kali sang singa yang sedang sangat kelaparan
mendapati tikus yang sedang sendirian memakan buah apel di tengah hutan. Dengan
hanya sekali sikat sang singa langsung dapat dengan mudah menginjak dan
menangkap tikus tersebut. Tampak wajah tikus yang sangat ketakutan sedang
terapit pada kaki singa yang baru saja telah menangkapnya. Sang singa yang
melihat hal itu merasa enggan lalu membatalkan niatnya untuk memakan tikus
tersebut, singa berkata kepada tikus bahwa tubuh nya yang besar tersebut tidak
akan kenyang jika hanya dengan memakan tikus yang hanya seukuran ibu jari
kakinya, hingga singa pun pada akhirnya
menyuruh tikus untuk pergi.
Suatu ketika datanglah seorang pemburu yang ingin menangkap seekor
singa tersebut dengan maksud sebagai koleksi untuk kebun binatang pribadinya.
Penangkapan dilakukan dengan cerdik dan sempurna, karena ia menggunakan jebakan
berupa tali-tali tampar yang diikat pada batu besar yang cukup banyak dan berat,
sehingga singa yang tadi melewati jebakan tersebut langsung lumpuh seketika
oleh tali-tali yang mengikat tubuhnya dengan batu yang sangat berat, dan sang
singa pun tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya bias berpasrah.
Sampai pada suatu ketika, lewatlah tikus di
sekitar tempat singa tersebut terjebak, tikus yang masih ketakutan itupun juga
langsung lari melihat singa tersebut. Dengan tubuh yang terikat sang singa
kemudia meraung meneriaki tikus, sehingga tikus pun teringat akan perbuatan
baik yang pernah dilakukan singa waktu itu ketika ia dilepaskan pergi dan singa
tidak jadi memakannya. Dengan perasaan setengah ketakutan tikus pun mendekati
singa dan kemudian berpikir untuk membalas kebaikan tersebut. Kemudian
muncullah ide cemerlang tikus untuk menggigit sedikit demi sedikit tali tampar
yang melilit tubuh singa tersebut. Berjalan kurang lebih 1 jam terlepaslah semua
ikatan tali yang menjerat singa tersebut. Sang singa pun terharu atas perbuatan
tikus yang telah menolong dan menyelamatkan nyawanya. Semenjak saat itu tikus
dan singa bersahabat dan memiliki hubungan baik.






0 komentar:
Posting Komentar