Kamis, 05 September 2019

Konservasi Alam : Penanaman Tumbuhan Bakau dan Bambu Sebagai Upaya Konservasi Sumber Daya Alam




Sumber daya alam di Indonesia sangatlah beragam, yang keberadaannya sangatlah dikagumi oleh penduduk asli maupun wisatawan mancanegara. Banyak beberapa kota di Indonesia yang paling gemar dikunjungi oleh para wisatawan, yaitu Kabupaten Banyuwangi contohnya. Selain memiliki banyak tempat wisata, banyak pula kesenian daerah, makanan khas yang sangat dinikmati dan potensi alam yang tidak kalah dengan daerah-daerah lain di Indonesia.
Banyuwangi merupakan sebuah kabupaten yang terletak di ujung paling timur pulau jawa. Sebagai kabupaten yang langsung bersentuhan dengan laut (berada di pinggir), Kabupaten Banyuwangi sangat rawan jika dilihat dari potensi atau adanya kemungkinan-kemungkinan bencana tsunami dan gempa bumi, dikarenakan posisi sebelah selatan nya yang langsung bertemu dengan Samudra Hindia. Walaupun bias dikatakan jarang terjadi sebuah bencana tersebut, namun kekhawatiran masyarakat akan bahaya tersebut perlu diperhatikan.
Sebagai upaya pelestarian lingkungan dan sumber daya alam yang ada, pemerintah setempat (warga Banyuwangi selatan) telah membiasakan dan berlatih siap diri dalam menghadapi bencana tersebut apabila telah musimnya melanda. Bentuk preventif dalam konservasi sumber daya alam yang ada ialah dengan menanam tumbuhan bakau (mangrove) dan bambu di bibir pantai serta di titik-titik yang memang terdapat potensi dapat terjadi tsunami. Tumbuhan (pohon) jenis ini mampu menyerap hingga 90 persen air disekitarnya dengan optimal, untuk kemudian secara otomatis akan menjadi sumber air yang bermanfaat di kemudian hari. Dengan demikian abrasi di pantai dapat di cegah, yang akan berdampak langsung pada kelestarian sumber daya alam. Kegiatan-kegiatan seperti ini harus terus menjadi kebiasaan positif warga demi tercapainya keseimbangan lingkungan.

0 komentar:

Posting Komentar